Masalah pada Suhu Deaerator Boiler
- Mar 6
- 2 min read
Deaerator adalah salah satu komponen vital dalam sistem boiler yang berfungsi untuk menghilangkan gas terlarut dalam air umpan (feed water), terutama oksigen (O₂) dan karbon dioksida (CO₂). Gas-gas ini dapat menyebabkan korosi serius pada pipa, drum boiler, economizer, dan peralatan lainnya.
Prinsip kerja deaerator adalah pemanasan air hingga mendekati suhu jenuhnya (saturation temperature) sesuai tekanan operasinya. Semakin tinggi suhu air, semakin efektif proses pelepasan gas terlarut.
Umumnya, suhu deaerator berada pada kisaran 100°C – 105°C (tergantung tekanan operasi).
Pentingnya Kontrol Suhu Deaerator
Suhu deaerator sangat menentukan:
Efektivitas penghilangan oksigen
Umur pakai peralatan boiler
Efisiensi pembakaran
Stabilitas tekanan steam
Konsumsi bahan bakar
Jika suhu tidak berada pada rentang yang tepat, maka risiko gangguan operasional akan meningkat secara signifikan.
Jenis Masalah pada Suhu Deaerator Boiler
1. Suhu Deaerator Terlalu Rendah
Penyebab:
Tekanan steam supply tidak mencukupi
Steam control valve tidak membuka optimal
Steam trap bocor atau tersumbat
Kerusakan temperature controller
Beban air make-up terlalu besar
Insulasi tangki deaerator rusak
Dampak:
Oksigen tidak terlepas secara maksimal
Kandungan O₂ tinggi dalam feed water
Korosi pada pipa dan drum boiler
Pitting corrosion pada economizer
Umur boiler lebih pendek
Indikasi Lapangan:
DO (Dissolved Oxygen) tinggi
Muncul karat pada pipa
Konsumsi chemical oxygen scavenger meningkat
2. Suhu Deaerator Terlalu Tinggi
Penyebab:
Steam valve terlalu terbuka
Pressure control tidak stabil
Kerusakan pada control system
Overheating akibat pengaturan manual yang tidak tepat
Dampak:
Steam loss berlebihan
Energi terbuang (inefisiensi)
Tekanan tidak stabil
Potensi overpressure pada tangki
Indikasi:
Steam keluar berlebihan dari vent
Konsumsi bahan bakar meningkat
Safety valve sering aktif
3. Fluktuasi Suhu Tidak Stabil
Penyebab:
Sensor suhu rusak atau tidak akurat
Control valve hunting (buka-tutup terus)
Tekanan steam supply tidak konsisten
Gangguan pada sistem kontrol otomatis
Dampak:
Kinerja deaerasi tidak optimal
Umur valve dan actuator lebih pendek
Gangguan pada sistem boiler secara keseluruhan
Dampak Jangka Panjang Jika Suhu Tidak Terkontrol
Jika masalah suhu deaerator dibiarkan:
Korosi internal boiler
Kebocoran pipa
Kerusakan economizer
Downtime produksi
Biaya maintenance tinggi
Risiko shutdown mendadak
Dalam industri seperti kelapa sawit, pulp & paper, dan manufaktur, gangguan ini bisa menyebabkan kerugian operasional yang signifikan.
Cara Mengatasi Masalah Suhu Deaerator
1. Pemeriksaan Steam Supply
Pastikan tekanan steam sesuai design
Cek steam line dari kebocoran
Pastikan steam trap berfungsi baik
2. Kalibrasi Temperature Controller
Lakukan kalibrasi rutin
Pastikan sensor tidak error
Ganti RTD/thermocouple jika diperlukan
3. Perawatan Control Valve
Periksa actuator
Pastikan tidak terjadi hunting
Lakukan preventive maintenance
4. Monitoring Dissolved Oxygen
Gunakan DO analyzer
Pantau secara berkala
Pastikan sesuai standar (< 7 ppb untuk sistem modern)
5. Perbaikan Insulasi
Pastikan tangki dan pipa terinsulasi baik
Hindari heat loss berlebihan
Standar Operasional yang Direkomendasikan
Suhu deaerator: 100–105°C
Tekanan sesuai design tangki
DO serendah mungkin (mendekati 0 ppb, tidak >10 ppb)
Pemeriksaan berkala minimal 1 bulan sekali
Suhu deaerator boiler merupakan faktor krusial dalam menjaga keandalan dan efisiensi sistem boiler. Suhu yang terlalu rendah dapat menyebabkan korosi serius akibat oksigen terlarut, sedangkan suhu yang terlalu tinggi menyebabkan pemborosan energi dan potensi gangguan tekanan.
Pengawasan rutin, kalibrasi alat kontrol, serta perawatan steam system adalah kunci utama untuk memastikan deaerator bekerja optimal dan memperpanjang umur boiler.
Boilermart meyediakan sparepart dan jasa servicing boiler di Indonesia. Silahkan hubungi kami di support@boilermart.co.id atau 0888-5591-188 untuk segala kebutuhan Anda.



Comments