Cara Mengecek Akurasi Pressure Gauge menggunakan Dead Weight Tester

Pressure gauge merupakan instrumen krusial di berbagai sektor industri yang menentukan keamanan operasional dan efisiensi proses. Seiring waktu, pressure gauge mengalami penyimpangan akibat faktor mekanis, getaran, atau usia pakai, sehingga kalibrasi berkala menjadi keharusan. Dead Weight Tester adalah metode kalibrasi paling akurat yang memanfaatkan prinsip fisika dasar tekanan = gaya per satuan luas (P = F/A), dengan gaya dihasilkan dari massa kalibrasi yang diletakkan pada piston dengan luas area yang diketahui.
Prinsip Kerja Dead Weight Tester
Dead Weight Tester bekerja dengan menerapkan beban bermassa tertentu di atas piston. Tekanan yang dihasilkan dihitung secara teoritis dari massa beban dan luas penampang piston menggunakan persamaan:
P = F / A
dimana:
F = m × g
Sehingga:
P = (m × g) / A
Keterangan:
P = Tekanan (N/m² atau Pa)
F = Gaya (Newton)
m = Massa beban (kg)
g = Percepatan gravitasi (9,80665 m/s²)
A = Luas penampang piston (m²)
Luas penampang piston dihitung dengan:
A = π/4 × d²
Ketika piston mencapai kondisi melayang (floating), tekanan yang dihasilkan setara dengan tekanan referensi. Sistem ini terdiri dari piston dan silinder presisi, beban kalibrasi, pompa pembangkit tekanan awal, serta port koneksi untuk pressure gauge yang dikalibrasi.
Cara Mengecek Akurasi Pressure Gauge
Langkah pertama adalah memasang pressure gauge pada port Dead Weight Tester dan mengisi sistem dengan oli hidrolik bersih. Tentukan titik kalibrasi yang umumnya meliputi 0%, 25%, 50%, 75%, dan 100% dari skala maksimum gauge. Letakkan beban dengan massa tertentu di atas platform piston, kemudian bangkitkan tekanan awal menggunakan pompa hingga piston mulai melayang. Putar piston perlahan untuk meminimalkan gesekan. Pada saat piston melayang, baca nilai pressure gauge dan bandingkan dengan tekanan teoritis hasil perhitungan P = (m × g) / A. Ulangi proses ini untuk setiap titik uji dengan menambah atau mengurangi beban sesuai kebutuhan.
Contoh Perhitungan:
Sebuah Dead Weight Tester menggunakan piston dengan diameter 18 mm (0,018 m). Luas penampang piston:
A = π/4 × (0,018)² = 3,14/4 × 0,000324 = 0,000254 m²
Dengan beban total 5 kg (termasuk massa piston), tekanan yang dihasilkan:
P = (5 × 9,80665) / 0,000254 = 49,03 / 0,000254 = 193.031 Pa ≈ 28 psi
Jika pressure gauge menunjukkan 27,5 psi pada saat piston melayang, maka error yang terjadi adalah:
%Error = |27,5 - 28| / 28 × 100% = 0,5/28 × 100% = 1,79%
Setelah data terkumpul, hitung error dan akurasi dengan rumus:
%Error = |(Nilai Gauge - Nilai Referensi) / Nilai Referensi| × 100%
Akurasi = 100% - %Error
Penelitian di PLTG Tanjung Uncang menggunakan Dead Weight Tester dengan rentang tekanan 0-100 psi dan beban 1-17 kg. Hasil pengujian menunjukkan error 0% hingga 3% dengan rata-rata akurasi 97,7%.
Dead Weight Tester merupakan alat andal untuk mengecek akurasi pressure gauge dengan memanfaatkan prinsip tekanan = gaya per satuan luas. Proses kalibrasi meliputi pemasangan gauge, penentuan titik uji, pembebanan massa hingga kondisi floating, serta perbandingan hasil pembacaan dengan tekanan referensi. Hasil kalibrasi yang baik ditandai dengan error di bawah 3% dan nilai R² mendekati 1. Dengan kalibrasi rutin menggunakan Dead Weight Tester, keakuratan pressure gauge terjaga sehingga mendukung keamanan dan efisiensi operasional di berbagai sektor industri.
Boilermart meyediakan sparepart dan jasa servicing boiler di Indonesia. Silahkan hubungi kami di support@boilermart.co.id atau 0888-5591-188 untuk segala kebutuhan Anda.
Daftar Pustaka
Aryani, B. (2025). Rancang Bangun Pengembangan Alat Pendeteksi Tekanan Udara Ban pada Bus RM8J Berbasis Internet of Things (Doctoral dissertation, Politeknik Keselamatan Transportasi Jalan).
Choirunnisa, A., Prasetyo, H., Rosyid, F. F., & Ramadhan, M. Y. (2024). Rancang Bangun Prototype Sistem Monitoring Tekanan Air Pada Header Berbasis Internet of Things. Jurnal Instrumentasi dan Teknologi Informatika (JITI).
Syahputra, Z., Situmorang, E. E., Pamungkas, R., Fitriyah, Q., & Wahyudi, M. P. E. (2023). Dead Weight Tester Untuk Penggunaan Internal PLTG Tanjung Uncang. Jurnal Integrasi, 15(1), 15-20.



Comments